skenario:
Anda menyukai dunia blog dan lagi seneng-senengnya memposting artikel yang menurut anda bermanfaat banget. Tiba-tiba ada temen anda, katakan namanya Amir memberi comment di postingan anda yang berisi meremehkan postingan anda itu, postingan anda hanya dianggap sampah yang menuh-menuhin dunia internet saja.
Anda merasa dihina karena artikel anda dianggap sampah, dan anda sakit hati karena itu
Sekarang anda merasa yakin sekali bahwa anda "benar" dan si Amir "salah", karena anda yakin artikel anda bukan sampah "merugikan" melainkan artikel yang bisa memberi nilai dan arti
Sekarang pertanyaannya adalah siapakah yang benar? anda atau si Amir
Sudah pasti, kalau saya bertanya kepada anda, tentu jawabnya bahwa andalah yang benar dan Si Amir yang salah
Sekarang coba anda bayangkan, kalau sekarang saya bertanya kepada si Amir, kira-kira apa jawabannya?...tepat sekali, Si Amir akan menganggap artikel anda hanyalah sampah :(
Hei, truussss....siapa dong yang benar....????? anda atau mereka????
It's all just about perspective, ini hanyalah merasa perspektif.
Masalahnya, kita akan menggunakan perspektifnya siapa, kalau saya memakai perspektif anda (artinya: anda benar dan Si Amir salah) dan kalau saya memakai perspektifnya Si Amir (berarti: anda salah dan Si Amir benar)
Satu "titik" kadang dan sering memiliki arti yang berbeda-beda bagi setiap orang, hal ini tergantung dengan ilmu, pengalaman, sudut pandang, umur, jenis kelamin, kebutuhan (dan faktor "banyak" lainnya) dari orang yang bersangkutan
So, manakah yang benar?
Jawabannya adalah
anda adalah benar, dan juga
Si Amir adalah benar juga
semuanya benar..benar..dan benaaaaarrrr.................
benar dalam artian relatif, relatif terhadap perspektif (ilmu, pengalaman, umur, kebutuhan, dll).
Ok, kita kembali ke titik dimana Si Amir menganggap bahwa artikel anda hanyalah sampah.
Kenapa Si Amir bisa-bisanya berkata seperti itu (teganya...teganya...teganya.......he.he..kayak lagu dangdut ya..).
Ya mungkin karena Si Amir memang merasa bahwa artikel anda benar-benar tidak memiliki arti apa-apa bagi Si Amir (lagi-lagi soal perspektif).
Setelah Si Amir capek-capek membaca artikel anda, kemudian Si Amir merasa tidak mendapatkan apa-apa dari artikel anda. Tentu saja dan bisa dimaklumi kalau Si Amir berpendapat bahwa artikel anda hanyalah sampah
contoh extremenya begini: ini tentang perbedaan pandangan dan perspektif dari 2 makhluk yang berbeda yaitu ikan dan ayam dalam memandang air dan daratan
bagi ikan >> hidup didarat adalah benar-benar tidak berguna sama sekali dan bisa membuat anda terbunuh (itu perspektifnya ikan yah..)
bagi ayam >> manusia akan berkata pada ikan: "aduuh..ikan..kamu salah ikan, tahu gak bahwa hidup didarat adalah tempat terindah dan terbaik, anda bisa hidup makmur, gemah ripah loh jinawi, walah..nglantur......
and again...
bagi ikan >> hidup diair adalah benar-benar surga, indah bukan main...yihaaa.....hora..horaaa......
bagi ayam >> akan berkata kepada ikan: "kamu gila ya, masa pingin hidup di air, pingin mati loe....
Menurut saya, pandangan anda dengan pandangan Si Amir perbedaannya seperti ikan dan ayam yang saya contohkan diatas
-End-
Saya harap, Postingan ini bisa membawa perspektif baru bagi anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar